Kapanewon Wonosari
Kapanewon Wonosari adalah pusat pemerintahan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sekitar 40 km ke arah tenggara dari Kota Yogyakarta. Hampir semua perjalanan menuju Gunungkidul akan melewati atau berakhir di kapanewon ini.
Dari Kota Yogyakarta, sobat jalan jalan bisa mengikuti jalan raya Yogyakarta Wonosari. Rutenya melewati Piyungan, Patuk, dan Playen sebelum tiba di pusat kota. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam lebih, tergantung kepadatan jalan.
Gambaran Wilayah dan Alamat
Wonosari memiliki luas sekitar 75,51 kilometer persegi. Penduduknya berjumlah 87.454 jiwa pada sensus 2020. Kode pos wilayah ini berkisar dari 55811 sampai 55819.
Sebagai ibu kota kabupaten, Wonosari menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan perdagangan Gunungkidul. Pasar, sekolah, dan perkantoran mudah ditemukan di pusat kota. Meski begitu, mayoritas warga tetap bekerja di sektor pertanian.
Bahasa sehari hari yang paling banyak dipakai adalah bahasa Jawa dengan logat Yogyakarta dan Solo. Sobat jalan jalan yang bertanya arah pada warga akan lebih mudah dilayani dengan sapaan yang sopan. Cara ini juga membantu saat mencari warung atau penginapan.
Batas Wilayah
Sisi utara Wonosari berbatasan dengan Kapanewon Nglipar. Di timur ada Kapanewon Karangmojo dan Semanu, sedangkan di selatan ada Kapanewon Tanjungsari. Sisi barat berbatasan dengan Kapanewon Paliyan dan Playen.
Posisi ini membuat Wonosari mudah dijadikan titik singgah. Dari sini sobat jalan jalan bisa bergerak ke utara menuju perbukitan, ke selatan menuju pantai, atau ke barat kembali ke jalur Yogyakarta.
Daftar Kalurahan
Wonosari terdiri dari 14 kalurahan. Namanya Baleharjo, Duwet, Gari, Karangrejek, Karangtengah, Kepek, Mulo, Piyaman, Pulutan, Selang, Siraman, Wareng, Wonosari, dan Wunung.
Kalurahan Wonosari berada di pusat kota. Kalurahan Mulo dikenal karena memiliki Goa Ngingrong.
Asal Nama dan Cuaca
Nama Wonosari punya beberapa versi cerita. Versi yang populer menyebut wilayah ini dibuka oleh Ki Demang Wonoprawiro dengan bantuan Nyi Niti Sari. Nama keduanya digabung menjadi Wonosari sebagai bentuk penghormatan.
Musim hujan di wilayah ini berlangsung sekitar November sampai Mei. Curah hujan rendah pada Juni sampai Oktober. Saya menyarankan sobat jalan jalan datang pada bulan kemarau agar kunjungan ke tempat terbuka lebih nyaman.
Wisata dan Kuliner di Wonosari
Alun-alun Wonosari menjadi ruang terbuka utama di pusat kota. Warga berkumpul di sana pada sore dan malam hari, dan banyak pedagang kaki lima membuka lapak. Kota ini juga memiliki Taman Kuliner Wonosari yang berfungsi sebagai ruang terbuka warga.
Goa Ngingrong berada di Kalurahan Mulo dan sering disinggahi saat menuju pantai selatan. Bentuknya lembah karst hasil runtuhan tanah yang amblas. Di dasar lembah terdapat dua goa, di sisi barat dan timur, dan salah satunya berujung pada lorong menurun dengan danau bawah tanah.
Pengunjung yang tidak ingin turun tetap bisa menikmati pemandangan dari bibir lembah. Pada Sabtu dan Minggu pagi, kelompok sadar wisata setempat menggelar pasar kuliner dan senam pagi. Flying fox dan ATV juga tersedia bagi yang berminat.
Dari sisi kuliner, belalang goreng layak dicoba karena menjadi makanan khas Gunungkidul. Rasanya gurih manis dan sering dijual sebagai oleh-oleh. Sobat jalan jalan juga bisa mencari gatot dan tiwul, olahan singkong yang lekat dengan daerah ini.
Sobat jalan jalan yang ingin menjelajah Gunungkidul bersama kota lain bisa melihat paket wisata Jogja 4 hari 3 malam. Salah satu harinya memuat Teras Kaca dan Heha Sky View di Gunungkidul.
Kapanewon Terdekat dari Wonosari
Kapanewon Playen berjarak sekitar 5,5 km di sebelah barat dan memiliki Air Terjun Sri Gethuk. Kapanewon Nglipar berada sekitar 10 km di utara dan memiliki Embung Batara Sriten. Sobat jalan jalan bisa membaca pembahasan lengkapnya di artikel Kapanewon Playen dan Kapanewon Nglipar.
Kapanewon Karangmojo di timur menjadi lokasi Desa Wisata Bejiharjo, tempat Goa Pindul berada. Sobat jalan jalan yang ingin mencoba susur goa bisa membaca artikel Goa Pindul.
Kapanewon Tanjungsari di selatan menjadi pintu menuju kawasan pantai selatan. Pantai Baron, Kukup, dan Sepanjang berada di kawasan ini.
Wonosari cocok dijadikan titik awal perjalanan di Gunungkidul. Penginapan, tempat makan, dan akses jalan utama berkumpul di kota ini. Dari sini, rute ke kapanewon lain menjadi lebih mudah diatur.
Wonosari juga bisa menjadi titik singgah dalam contoh itinerary paket wisata Jogja 4 hari 3 malam, yang memuat Air Terjun Sri Gethuk dan Pantai Ngobaran.
