Kapanewon Paliyan

Kapanewon Paliyan adalah salah satu dari 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Pusat pemerintahannya berada di Kalurahan Karangduwet. Kode pos wilayah ini adalah 55871.

Gambaran Wilayah dan Letak

Paliyan memiliki luas sekitar 58,07 kilometer persegi. Letaknya berada di sebelah barat Wonosari. Di sisi barat Paliyan terdapat Kapanewon Panggang, sedangkan Kapanewon Playen juga menjadi tetangga terdekat.

Potensi ekonomi Paliyan cukup beragam. Warga mengolah mocaf, yaitu tepung singkong termodifikasi, dan membuat kerajinan bambu. Kerajinan perak berkembang di Kalurahan Pampang dan Sodo.

Daftar Kalurahan

Paliyan terdiri dari 7 kalurahan. Namanya Giring, Grogol, Karangasem, Karangduwet, Mulusan, Pampang, dan Sodo.

Hampir setiap kalurahan punya daya tarik sendiri. Pampang dikenal dengan perak dan wisata edukasi, Mulusan dengan goa, dan Sodo dengan situs legenda. Sobat jalan jalan bisa memilih satu atau dua kalurahan agar perjalanan tidak terburu-buru.

Desa Wisata Pampang

Desa Wisata Pampang terdiri dari lima padukuhan, yaitu Jetis, Polaman, Pampang, Kedungdowo Wetan, dan Kedungdowo Kulon. Wisatanya berfokus pada edukasi dan kegiatan keluarga. Desa ini juga disebut sebagai sentra pengrajin perak terbesar di Gunungkidul.

Ekowisata Bendowo menyediakan river tubing, pengenalan jenis burung, menanam bunga, dan permainan tradisional. Taman Edukasi Pertanian mengubah sawah menjadi ruang belajar, tempat pengunjung menanam padi, menangkap belut, dan bermain sepak bola lumpur. Tiket taman ini pernah tercatat Rp15.000 per orang pada 2020.

Agrowisata semangka memanfaatkan lahan tandus seluas 10 hektare. Pengunjung boleh memilih, memetik, dan langsung menyantap buahnya. Galeri Perak Pampang terbuka untuk umum dengan koleksi berdesain unik dan harga terjangkau.

Desa Wisata Mulusan dan Goa Ngeleng

Desa Wisata Mulusan dikelola kelompok sadar wisata setempat. Goa Ngeleng disebut sebagai salah satu goa terindah di Gunungkidul. Pengunjung dapat melihat kelelawar keluar dari goa pada waktu tertentu.

Desa ini juga memiliki Gunung Bagus, Telaga Kentheng, dan Situs Watu Gilang. Pengunjung bisa mencoba membuat batik, kerajinan rumah Jawa, dan meubel bambu. Kesenian jathilan dan reog keprajuritan juga sering ditampilkan.

Situs Legenda di Sodo, Giring, dan Grogol

Di Kalurahan Sodo terdapat Petilasan Ki Ageng Giring yang berkaitan dengan cerita asal usul Kerajaan Mataram. Juru kunci biasanya menceritakan legendanya kepada pengunjung. Pasar Tradisional Sodo juga disebut sebagai salah satu pasar tradisional langka di Gunungkidul.

Kalurahan Giring memiliki Gunung Bagus yang berhutan jati dan Goa Maria Tritis sebagai tempat ibadah umat Katolik. Kalurahan Grogol memiliki Masjid Ki Ageng Pamanahan, Kali Jonggring, dan beberapa sumur tua, antara lain Sumur Ngoro-oro dan Sumur Jotos. Setiap tahun warga menggelar rasulan atau bersih desa.

Di Dusun Suru Lanang, Kalurahan Karangduwet, berdiri Paguyuban Kesenian Reog Nawangsih. Kelompok ini sudah meraih beberapa penghargaan tingkat daerah dan nasional. Sobat jalan jalan yang menyukai seni tradisi bisa menanyakan jadwal latihannya.

Telaga dan Bukit

Telaga Tong Tong berada di Dusun Trukan, Kalurahan Karangasem. Telaga ini dipakai untuk berenang, memancing, dan menikmati matahari terbenam. Pada musim kemarau, tanahnya yang retak menjadi pemandangan tersendiri.

Bukit Sodong terkenal sebagai titik melihat matahari terbenam di atas hutan jati. Akses ke puncaknya pernah ditutup menurut catatan 2016. Tanyakan kondisi terbaru kepada warga sebelum mendaki.

Tips Berkunjung

Harga dan jadwal di atas berasal dari catatan lama, jadi konfirmasi dulu kepada pengelola. Panen semangka juga tidak berlangsung sepanjang tahun.

Untuk rombongan, hubungi pengelola desa wisata beberapa hari sebelumnya. Saya menyarankan membawa pakaian ganti karena kegiatan lumpur dan air cukup basah.

Kapanewon Terdekat dari Paliyan

Kapanewon Wonosari berada di timur dan menjadi pusat kota Gunungkidul. Kapanewon Saptosari di selatan memiliki Pantai Ngobaran dan Ngrenehan. Kapanewon Tanjungsari di tenggara memiliki Pantai Baron dan Kukup.

Paliyan cocok untuk wisata edukasi, sejarah, dan belanja kerajinan. Satu hari cukup untuk menikmati Pampang dan Mulusan. Jika masih ada waktu, lanjutkan ke Wonosari untuk makan dan beristirahat.

Artikel Terkait