Kapanewon Nglipar
Kapanewon Nglipar berada sekitar 10 km di sebelah utara Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Pusat pemerintahannya berada di Kalurahan Nglipar dengan kode pos 55852. Dari Kota Yogyakarta, perjalanan memakan waktu sekitar satu setengah jam.
Gambaran Wilayah dan Rute
Nglipar berada di kawasan perbukitan Baturagung bagian utara. Mayoritas warganya bekerja sebagai petani. Jalan menuju beberapa lokasi wisata sempit dan menanjak.
Rute yang umum dipakai dari Yogyakarta melewati Piyungan, Patuk, Sambipitu, lalu Nglipar. Di sisi selatan, Nglipar berbatasan dengan Kapanewon Wonosari. Jalur dari arah barat melewati Kapanewon Patuk.
Daftar Kalurahan
Nglipar terdiri dari 7 kalurahan. Namanya Katongan, Kedungkeris, Kedungpoh, Natah, Nglipar, Pengkol, dan Pilangrejo.
Setiap kalurahan punya daya tarik sendiri. Pilangrejo dikenal dengan embung di perbukitan, Pengkol dengan desa wisata, Kedungpoh dengan bukit, dan Kedungkeris dengan Sungai Oya.
Embung Batara Sriten
Embung Batara Sriten berada di Padukuhan Sriten, Kalurahan Pilangrejo. Ketinggiannya sekitar 859 meter di atas permukaan laut. Embung ini disebut sebagai salah satu embung buatan tertinggi di Gunungkidul.
Dari puncaknya, sobat jalan jalan bisa melihat awan bergerak di atas lembah. Gunung Lawu terlihat dari sisi timur, sedangkan Merapi dan Merbabu terlihat dari utara. Di sekitarnya ada kebun manggis dan lengkeng yang diairi dari embung.
Kawasan ini juga dipakai sebagai lokasi olahraga dirgantara paralayang. Fasilitasnya meliputi area kemah, musala, toilet, gazebo, dan warung. Di puncak bukit terdapat makam yang diyakini sebagai makam Syeh Wali Jati.
Tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang, dengan jam buka setiap hari mulai pukul 04.30 sampai 18.00. Parkir sekitar Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor. Angka ini perlu dikonfirmasi lagi sebelum berangkat.
Jalan menuju embung bercampur aspal, beton, dan kerikil. Rem kendaraan harus prima karena tanjakan dan turunannya curam. Hindari berangkat saat hujan deras.
Desa Wisata Pengkol dan Glompong
Padukuhan Glompong di Kalurahan Pengkol menjadi pusat desa wisata. Di sini terdapat tiga destinasi, yaitu Gunung Genter, Gunung Keruk, dan Song Putri. Ketiganya berada dalam satu padukuhan sehingga mudah digabung dalam satu kunjungan.
Gunung Genter merupakan bagian dari deretan gunung api purba. Warga menceritakan bahwa dahulu terdengar suara gamelan dari goa di bawah gunung, tetapi suara itu kini sudah berhenti. Pengunjung biasa berkemah, menunggu matahari terbit, dan menikmati sarapan di puncak.
Jalan menuju Gunung Genter belum beraspal. Motor trail atau jip lebih disarankan, meski motor matic dan bebek juga bisa lewat.
Gunung Keruk cocok dikunjungi sejak sore hingga matahari terbenam karena pemandangannya hijau. Radar Jogja menyebutnya sebagai primadona Desa Wisata Pengkol. Menurut liputan itu, pengunjung tidak perlu mendaki berat untuk menikmatinya.
Song Putri dipercaya sebagai petilasan putri Majapahit dan juga memiliki petilasan Syech Maulana Maghribi. Setiap tahun warga menggelar sadranan di sini dengan persembahan hasil palawija. Karena bernilai religius, pengunjung sebaiknya menjaga sikap dan pakaian.
Wisata Lain di Nglipar
Bukit Watu Gede berada di Kalurahan Kedungpoh dan menjadi pilihan untuk menikmati pemandangan. Di Kalurahan Kedungkeris terdapat arung jeram Bacin di Sungai Oya. Bagi yang menyukai tantangan, kegiatan ini bisa menjadi alternatif selain wisata bukit.
Rencana Perjalanan Singkat
Datanglah ke Embung Batara Sriten pada pagi hari untuk melihat matahari terbit. Siang hari bisa dipakai menjelajah Padukuhan Glompong. Sore hari cocok untuk menikmati Gunung Keruk sampai matahari terbenam.
Kapanewon Terdekat dari Nglipar
Kapanewon Wonosari berada di selatan dan menjadi pusat kuliner serta penginapan. Kapanewon Patuk berada di jalur barat dan memiliki Gunung Api Purba Nglanggeran. Keduanya bisa digabung dalam satu rute perjalanan.
Nglipar cocok untuk sobat jalan jalan yang mencari wisata ketinggian dan suasana tenang. Saya menyarankan datang pada hari cerah agar kabut tidak menutup pemandangan. Bawa jaket karena udara malam di perbukitan terasa dingin.
