Kapanewon Patuk
Kapanewon Patuk berada sekitar 16 km di barat laut Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Wilayahnya dilalui jalan nasional Yogyakarta Wonosari, sehingga hampir semua wisatawan menuju Gunungkidul akan melewatinya. Pusat pemerintahan berada di Kalurahan Patuk dengan kode pos 55862.
Gambaran Wilayah dan Letak
Patuk berada di kawasan perbukitan yang menjadi gerbang Gunungkidul dari arah Yogyakarta. Kantor kapanewon berada di jalur Yogyakarta Wonosari yang ramai kendaraan. Wilayahnya terdiri dari 11 kalurahan dan 72 padukuhan.
Patuk berbatasan dengan Kapanewon Gedangsari dan Kapanewon Playen. Di sisi barat ada Kapanewon Piyungan di Kabupaten Bantul serta Kapanewon Prambanan di Kabupaten Sleman. Posisi ini membuat Patuk bersinggungan langsung dengan tiga kabupaten.
Daftar Kalurahan
Patuk terdiri dari 11 kalurahan. Namanya Beji, Bunder, Nglanggeran, Nglegi, Ngoro-oro, Patuk, Pengkok, Putat, Salam, Semoyo, dan Terbah.
Beberapa nama di antaranya sering muncul di peta wisata. Kalurahan Nglanggeran terkenal dengan gunung api purba, Putat dengan kerajinan topeng, dan Ngoro-oro dengan tempat makan berpemandangan.
Nglanggeran dan Gunung Api Purba
Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran adalah daya tarik terbesar di Patuk. Puncaknya berada sekitar 700 meter di atas permukaan laut dan pendakiannya memakan waktu satu setengah sampai dua jam. Di bagian atas terdapat Embung Nglanggeran yang ramai dikunjungi saat matahari terbit.
Desa Wisata Nglanggeran meraih predikat Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB. Desa ini juga memenangkan ASEAN Community Based Tourism Award pada Januari 2017. Kawasannya menjadi bagian dari Gunung Sewu UNESCO Global Geopark.
Pengunjung dapat menginap di lebih dari 100 homestay milik warga. Produk khasnya berbasis cokelat, termasuk camilan cokelat dan dodol cokelat.
Tiket masuk berada di kisaran belasan ribu rupiah, tetapi angkanya perlu dikonfirmasi. Pembahasan lengkapnya ada di artikel Desa Wisata Nglanggeran.
Tidak ada angkutan umum langsung menuju Nglanggeran, jadi sobat jalan jalan perlu membawa kendaraan pribadi atau menyewa mobil. Embung paling nyaman dikunjungi saat matahari terbit, meski sore hari juga bagus. Air Terjun Kedungkandang disebut tampil lebih baik pada pagi setelah hujan.
Desa ini juga menyediakan kegiatan budaya. Pengunjung bisa belajar karawitan, menonton jathilan, dan mengikuti workshop batik topeng. Ada pula kegiatan menanam padi, memasak, dan membuat camilan cokelat.
Air Terjun, Gua, dan Taman Bunga
Selain gunung, Patuk memiliki beberapa air terjun. Namanya Kedungkandang, Banyunibo, Geduro, dan Jurug Gedhe. Air Terjun Kedungkandang berukuran kecil dan berada di dalam desa Nglanggeran, dengan jembatan bambu untuk melihat alirannya.
Sobat jalan jalan yang suka menjelajah juga bisa mencari Gua Watu Joglo. Ada pula Taman Bunga Amarilis untuk wisata singkat. Saya menyarankan mengecek musim mekar bunga sebelum berangkat.
Bobung, Pasar Buah, dan Ngoro-oro
Desa Wisata Bobung berada di Kalurahan Putat dan dikenal lewat topeng batik kayu. Pengrajin memakai kayu pule yang dipotong, dipahat, dibatik, lalu diberi lapisan akhir. Salah satu pengrajin perintisnya, Sujiman, mulai membuat topeng batik sejak 1973, dan hasilnya kini dibeli wisatawan mancanegara.
Di sepanjang Jalan Putat terdapat pasar buah yang cocok untuk berhenti sejenak. Desa Wisata Jelok di Kalurahan Beji menambah pilihan wisata budaya. Kawasan Ngoro-oro dikenal dengan The Manglung View dan Resto, Pictniq Land, serta De Mangol View.
Rencana Perjalanan Singkat
Pagi hari paling cocok untuk Embung Nglanggeran karena matahari terbit terlihat jelas. Siang hari bisa dipakai untuk mengunjungi Desa Wisata Bobung dan pasar buah di Jalan Putat. Sore hari, kawasan Ngoro-oro cocok untuk menikmati pemandangan sambil beristirahat.
Kapanewon Terdekat dari Patuk
Kapanewon Playen berada di selatan dan memiliki Air Terjun Sri Gethuk. Kapanewon Piyungan di Bantul dan Kapanewon Prambanan di Sleman bisa dicapai dari sisi barat. Kapanewon Gedangsari berada di sisi utara dan timur.
Patuk adalah pintu masuk yang tepat untuk memulai wisata Gunungkidul. Satu hari cukup untuk menikmati Nglanggeran dan sekitarnya. Jika ingin lebih santai, sobat jalan jalan bisa menginap di homestay desa wisata.
