Kapanewon Rongkop

Kapanewon Rongkop berada sekitar 25 km ke arah tenggara dari Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Pusat pemerintahannya berada di Kalurahan Semugih. Kode pos wilayah ini adalah 55883.

Gambaran Wilayah dan Letak

Rongkop memiliki luas sekitar 83,46 kilometer persegi. Sebagian wilayahnya berada di ujung tenggara Gunungkidul. Di sana, Kalurahan Melikan berbatasan langsung dengan Kecamatan Pracimantoro di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Ekonomi warga bertumpu pada pertanian padi dan peternakan sapi. Warga juga mengolah makanan, yaitu jenang, keripik pisang, dan emping melinjo. Hasil olahan ini bisa menjadi oleh-oleh bagi sobat jalan jalan.

Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS melewati Rongkop dan menghubungkan kawasan pesisir Girisubo dan Tepus. Pengunjung dari arah Wonogiri bisa langsung menuju pantai lewat jalur ini. Jalur ini juga menjadi alternatif untuk menghindari kepadatan jalan utama Gunungkidul.

Daftar Kalurahan

Rongkop terdiri dari 8 kalurahan. Namanya Botodayaan, Bohol, Karangwuni, Melikan, Petir, Pringombo, Pucanganom, dan Semugih.

Tiga di antaranya sering muncul dalam informasi wisata. Kalurahan Semugih memiliki Goa Braholo, Kalurahan Pucanganom memiliki desa wisata, dan Kalurahan Melikan memiliki Banglipuran Melikan.

Goa Braholo di Kalurahan Semugih

Goa Braholo adalah situs prasejarah yang diteliti sejak 1995. Penggalian berlangsung hampir setiap tahun sampai terhenti pada 2020. Gua ini ditetapkan sebagai cagar budaya pada 2012.

Para peneliti menemukan delapan rangka manusia yang diperkirakan berumur 4.000 sampai 9.000 tahun. Temuan lain berupa tulang hewan, cangkang, jarum tulang, dan perkakas batu. Hunian di gua ini diperkirakan berlangsung sekitar 33.000 sampai 3.000 tahun lalu.

Gua berada di bukit karst, tepat di seberang jalan dari permukiman warga. Bukaan depannya selebar sekitar 30 meter dan setinggi 15 meter. Pengunjung perlu menaiki puluhan anak tangga dari jalan untuk mencapainya.

Desa Wisata Pucanganom

Desa Wisata Pucanganom memiliki beberapa taman alam, yaitu Taman Pal Pal, Taman Bulu Seropan, dan Taman Kempul. Ada pula Pakel Hargo Binangun sebagai lokasi wisata alam. Telaga Nggrinjing dan Pancuran Mendolo melengkapi pilihan wisata air.

Desa ini juga memiliki situs bersejarah, yaitu Watu Walik, Watu Angkrik, dan Pertapaan Wukirotawu. Ada pula Makam Singo Ludro dan Makam Galih.

Warga masih menggelar rasulan, gumregan, dan kenduri. Pertunjukan kethoprak, rebana, jathilan, dan karawitan sering mengisi acara adat.

Banglipuran Melikan

Desa Wisata Banglipuran berada di Kalurahan Melikan. Daya tariknya berupa Reog Turonggo Mudho, Tari Danyang, dan Kampung Bambu Ngampiran. Paket kelas menganyam bambu juga tersedia bagi pengunjung.

Menurut data Jadesta, tiket Taman Wisata Banglipuran Rp15.000 dan Kampung Bambu Ngampiran Rp25.000. Angka ini perlu dikonfirmasi sebelum berangkat. Homestay tersedia dengan tarif mulai Rp75.000.

Bentang alam karst di sini dihiasi banyak goa berstalaktit dan stalagmit. Dari ketinggian, pengunjung dapat melihat jejak Bengawan Solo Purba. Warganya dikenal menjunjung sopan santun dan tata krama.

Tips Berkunjung

Rongkop berjarak cukup jauh dari pusat kota, jadi berangkatlah pagi. Jalan menuju Goa Braholo menanjak, sehingga alas kaki yang nyaman sangat membantu.

Jika datang dari arah Wonogiri, gunakan JJLS agar perjalanan lebih singkat. Saya menyarankan menghubungi pengelola desa wisata sebelum mengatur kegiatan budaya.

Rencana Perjalanan Singkat

Mulailah dari Goa Braholo di Semugih pada pagi hari karena tanjakan anak tangganya cukup banyak. Siang hari bisa dipakai menjelajah Pucanganom untuk melihat taman dan situs. Sore hari cocok untuk Melikan dan kelas menganyam bambu.

Kapanewon Terdekat dari Rongkop

Kapanewon Wonosari menjadi titik awal terbaik karena menyediakan penginapan dan tempat makan. Kapanewon Ponjong memiliki goa dan desa wisata yang bisa digabung dalam satu rute. Di sisi timur, Kabupaten Wonogiri bisa dijangkau lewat Melikan.

Rongkop cocok bagi sobat jalan jalan yang menyukai sejarah dan budaya. Sediakan waktu satu hari penuh untuk mengunjungi gua dan desa wisata. Perjalanan akan lebih nyaman jika dimulai dari Wonosari.

Artikel Terkait