Kemantren Kotagede Kota Yogyakarta
Kemantren Kotagede berada di sisi tenggara Kota Yogyakarta. Wilayah ini pernah menjadi ibu kota Kerajaan Mataram, sehingga banyak peninggalan sejarah masih terjaga. Sobat jalan jalan yang suka wisata budaya akan menemukan banyak pilihan di sini.
Kotagede berawal dari Alas Mentaok yang diberikan Sultan Hadiwijaya dari Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan. Anaknya, Sutawijaya, kemudian bergelar Panembahan Senopati dan membangun Mataram di tempat ini.
Kotagede menjadi ibu kota Mataram sampai masa Panembahan Anyakrawati. Pada tahun 1755, Mataram terpecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.
Alamat dan Batas Wilayah
Kantor Kemantren Kotagede berada di Jl. Nyi Wiji Adhisoro No. 39, Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY 55172. Seluruh batas wilayahnya berhubungan dengan Kapanewon Banguntapan di Kabupaten Bantul. Di utara dan barat, Kotagede juga berbatasan dengan Kemantren Umbulharjo.
Kondisi Wilayah dan Penduduk
Kotagede memiliki luas sekitar 2,99 kilometer persegi. Sensus penduduk tahun 2020 mencatat sekitar 33.280 jiwa. Kepadatannya sekitar 11.100 jiwa per kilometer persegi.
Sebelum tahun 1952, sebagian Kotagede merupakan enklave milik Kasunanan Surakarta. Bagian lainnya milik Kasultanan Yogyakarta.
Kelurahan di Kemantren Kotagede
Kotagede terdiri dari 3 kelurahan.
- Kelurahan Prenggan, kode pos 55172, lokasi kantor kemantren
- Kelurahan Purbayan, kode pos 55173
- Kelurahan Rejowinangun, kode pos 55171
Kompleks Masjid dan Pasarean Mataram
Masjid Besar Mataram berdiri di tengah kawasan lama Kotagede. Pagar batunya berelief, pelatarannya luas, dan ada bedug besar serta pohon sawo kecik. Suasananya masih terasa seperti lingkungan keraton.
Masjid utama dibangun pada masa Panembahan Hanyakrawati. Sultan Agung kemudian menambah serambi dan jagang atau benteng masjid.
Di sebelahnya ada Pasarean Mataram, makam raja raja Mataram. Panembahan Senopati dimakamkan di sini bersama tokoh Mataram lainnya. Jumlah makam di kompleks ini sekitar 64.
Makam raja berikutnya dipindahkan ke Imogiri pada masa Sultan Agung. Di dekat bangsal penerimaan ada beringin tua bernama Wringin Sepuh. Sebagian warga menganggap pohon ini keramat.
Pengunjung makam diminta berpakaian adat Jawa dan mengikuti arahan abdi dalem. Jadwal kunjungan dan aturannya bisa berubah, jadi tanyakan dulu sebelum datang. Makam biasanya ditutup selama bulan Ramadan.
Situs Sejarah dan Kerajinan Perak
Watu Gilang berada di Jalan Watu Gilang, bersama Watu Gatheng dan Watu Genthong. Batu ini dipercaya sebagai tempat singgasana Panembahan Senopati. Cerita setempat juga menyebut Ki Ageng Mangir tewas di batu ini.
Jalan Kemasan dikenal sebagai pusat kerajinan perak yang membentang sampai bekas Bioskop Istana. Kerajinan perak sudah menjadi bagian budaya Mataram sejak abad ke enam belas. Industrinya sempat menurun pada dekade 1980 dan 1990 karena bahan baku mahal dan permintaan turun.
Salah satu bengkel yang masih bertahan adalah HS Silver. Produknya berupa perhiasan dan perabot rumah tangga dari perak 925. Panduan lengkapnya ada di artikel kerajinan perak Jogja.
Pasar Kotagede dan Kuliner Khas
Pasar Kotagede lebih dikenal warga sebagai Pasar Legi. Pasar ini ramai setiap hari dan makin padat pada hari pasaran Legi. Menurut cerita, pasar dan masjid adalah dua bangunan pertama pada masa Ki Ageng Pemanahan.
Dua makanan khas Kotagede adalah kipo dan yangko. Keduanya mudah ditemukan di pasar dan toko sekitar. Sobat bisa membelinya sebagai buah tangan, atau lihat pilihan lain di oleh oleh khas Jogja.
Rumah Tradisional Kotagede
Rumah lama di Kotagede terbagi menjadi rumah Kalang yang bergaya Eropa dan rumah joglo. Halamannya biasanya dipagari tembok tinggi dengan satu gerbang utama. Sobat bisa menjelajahi kawasan ini dengan berjalan kaki.
Sobat yang ingin panduan lebih rinci bisa membaca wisata budaya Kotagede Jogja.
Kemantren Tetangga di Sekitar Kotagede
Kotagede berbatasan dengan satu kemantren dan satu kapanewon di Bantul.
| Kemantren Terdekat | Arah Geografis | Kekhasan / Wisata Unggulan |
|---|---|---|
| Kemantren Umbulharjo | Utara dan barat | Kemantren terluas di Kota Yogyakarta. |
| Kapanewon Banguntapan | Timur, selatan, dan sekitarnya | Wilayah Bantul yang mengelilingi Kotagede. |
Pakai paket wisata jogja kami bila ingin menjelajah Kotagede bersama wisata budaya lain di Yogyakarta.
