Kapanewon Srandakan
Kapanewon Srandakan adalah wilayah yang memiliki karakteristik unik sebagai kawasan pesisir sekaligus pusat kuliner tradisional yang sangat ikonik di Bantul. Sejak selesainya pembangunan Jembatan Pandansimo pada data terbaru 2026, wilayah ini semakin strategis sebagai bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Gambaran Geografi dan Letak
Secara geografis, Kapanewon Srandakan terletak di sudut barat daya Kabupaten Bantul. Wilayah ini berada di muara Sungai Progo, sungai terbesar di DIY yang membatasi Bantul dengan Kabupaten Kulon Progo. Topografinya berupa dataran rendah pesisir dengan hembusan angin laut yang kuat.
- Alamat Kantor Kapanewon: Jl. Srandakan KM 2, Trimurti, Srandakan, Bantul, DIY 55762.
- Batas Wilayah:
- Utara: Kapanewon Pandak.
- Timur: Kapanewon Sanden.
- Selatan: Samudra Hindia.
- Barat: Kabupaten Kulon Progo (Kecamatan Galur) — dipisahkan oleh Sungai Progo.
Pemerintahan dan Demografi
Berdasarkan data terbaru 2026, Kapanewon Srandakan terdiri dari 2 Kalurahan besar yang wilayahnya cukup luas:
- Kalurahan Trimurti (Pusat Pemerintahan dan Ekonomi)
- Kalurahan Poncosari (Wilayah Pesisir dan Wisata)
Demografi penduduk Srandakan sangat kental dengan budaya masyarakat agraris dan pesisir. Namun, karena letaknya yang menjadi jalur utama perlintasan antar-kabupaten, sektor perdagangan dan jasa di Srandakan berkembang sangat pesat dibandingkan kecamatan tetangganya.
Kekhasan dan Tempat Wisata
Srandakan menawarkan pesona pantai yang modern dan kuliner yang sudah melegenda:
- Pantai Baru: Destinasi wisata pantai yang dikenal karena pemanfaatan energi terbarukan (Kincir Angin/Kincir Angin Hybrid) sebagai sumber listrik bagi warung-warung kuliner di sekitarnya. Pantai ini teduh karena banyak ditanami pohon cemara udang.
- Jembatan Pandansimo: Landmark terbaru di Srandakan yang menghubungkan Bantul dengan Kulon Progo. Jembatan ini menjadi spot favorit warga untuk menikmati pemandangan muara Sungai Progo yang luas, terutama saat matahari terbenam.
- Kuliner Bakmi Lethek: Inilah kekhasan utama Srandakan. Bakmi yang diproduksi secara tradisional menggunakan tenaga sapi (untuk mengaduk adonan) dan tanpa bahan pewarna/pengawet. Meskipun warnanya kusam ("lethek"), rasanya sangat gurih dan menjadi buruan pecinta kuliner.
- Sentra Produksi Tapioka: Di Kalurahan Trimurti, terdapat banyak industri rumah tangga pengolahan ketela menjadi pati tapioka, yang merupakan bahan baku utama Bakmi Lethek dan Miedes.
- Pantai Pandansimo: Area pantai yang juga memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat lokal, serta menjadi pusat kegiatan nelayan tradisional.
Kapanewon Tetangga di Sekitar Srandakan
Posisi Srandakan sangat vital sebagai titik temu jalur selatan DIY:
| Kapanewon Terdekat | Arah Geografis | Kekhasan / Wisata Unggulan |
|---|---|---|
| Kapanewon Sanden | Timur | Pantai Goa Cemara dan wisata pertanian lahan pasir. |
| Kapanewon Pandak | Utara | Sentra kerajinan kipas bambu dan souvenir. |
| Kapanewon Galur (KP) | Barat | Akses menuju Bandara YIA melalui JJLS. |
Daftar Kapanewon Lain di Kabupaten Bantul
Berikut wilayah lainnya untuk melengkapi perjalanan informasi Anda di Bantul:
- Kawasan Pesisir: Kretek, Sanden.
- Kawasan Pusat & Urban: Bantul, Sewon, Kasihan, Banguntapan.
- Kawasan Perbukitan: Dlingo, Imogiri, Pundong, Piyungan.
- Kawasan Industri & Sejarah: Sedayu, Pajangan, Pleret, Jetis, Bambanglipuro.
Jangan lupa jika sobat jalan-jalan ingin mengunjungi kecamatan di Bantul, sobat bisa menggunakan paket tour alam termurah di jogja kami untuk mempermudah perencanaan liburan Anda.






